PENERAPAN KEPEMIMPINAN ISLAMI UNTUK MEWUJUDKAN MASYARAKAT MADANI SEUTUHNYA DI INDONESIA

Kepemimpinan (style of the leader) merupakan cerminan dari karakter/perilaku pemimpinnya (leader behaviour). Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas seseorang atau kelompok orang untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu. Dalam suatu tatanan atau kelompok, kepemimpinan wajib ada. Bila tidak, maka tatanan atau kelompok tersebut akan rusak dan hancur. Secara  tersirat ada pada Quran Surat Al Furqan ayat 74 yang berbunyi, “Dan jadikanlah kami sebagai imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa.”

Hadits Rasulullah SAW, “Setiap dari kalian adalah pemimpin, dan setiap dari kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya”.

Kepemimpinan Islam adalah kepemimpinan yang berdasarkan hukum Allah. Dalam Islam, figur pemimpin ideal yang menjadi contoh dan suri tauladan yang baik, bahkan menjadi rahmat bagi manusia (rahmatan linnas) dan rahmat bagi alam (rahmatan lil’alamin) adalah Muhammad Rasulullah Saw., sebagaimana tertulis dalam Quran Surat Al-Ahzab ayat 21, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”

Empat sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin:

1.      Siddiq (jujur) sehingga ia dapat dipercaya.

2.      Tabligh (penyampai) atau kemampuan berkomunikasi dan bernegosiasi.

3.      Amanah (bertanggung jawab) dalam menjalankan tugasnya.

4.  Fathanah (cerdas) dalam membuat perencanaan, visi, misi, strategi dan mengimplementasikannya.

Ciri-ciri penting yang menggambarkan kepemimpinan Islam:

1.      Setia kepada Allah.

2.      Tujuan Islam secara menyeluruh.

3.      Berpegang pada syariat dan akhlak Islam.

4.  Menyadari bahwa seorang pemimpin mengemban amanat dari Allah Swt., yang disertai oleh tanggung jawab yang besar.

Prinsip-prinsip dasar dalam kepemimpinan Islam yaitu musyawarah, keadilan, dan kebebasan berfikir.

Kriteria pemimpin yang digambarkan oleh Allah dalam Al- Quran:

“Sesungguhnya Allah telah memilihnya (Thalut) atas kalian dan telah mengkaruniakan kepadanya kelebihan ilmu dan fisik (basthat fi al-‘ilm wa al-jism)” (QS. Al-Baqarah: 247).

Kelebihan ilmu disini merupakan kriteria pertama (al-‘ilm), sementara kelebihan fisik yang berwujud kekuatan fisik merupakan kriteria kedua (al-quwwat).

“Dan ketika dia (Yusuf) telah dewasa, Kami memberikan kepadanya hukm dan ‘ilm” (QS. Yusuf: 22).

“Maka Kami telah memberikan pemahaman tentang hukum (yang lebih tepat) kepada Sulaiman. Dan kepada keduanya (Dawud dan Sulaiman) telah Kami berikan hukm dan ‘ilm” (QS. Al-Anbiya’: 79).

“Dan sungguh Kami telah memberikan ‘ilm kepada Dawud dan Sulaiman” (QS. Al-Naml: 15).

Hukm artinya jelas dalam melihat yang samar-samar dan bisa melihat segala sesuatu sampai kepada hakikatnya, sehingga bisa memutuskan untuk meletakkan segala sesuatu pada tempatnya (porsinya). Hukm biasa diartikan sebagai pemutusan perkara (pengadilan, al-qadha’). Al-quwwat pada diri Nabi Yusuf, Dawud, dan Sulaiman berwujud dalam kemampuannya dalam memutuskan perkara (perselisihan) secara cemerlang.

Masyarakat madani adalah masyarakat yang beradab, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, yang maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan, dan teknologi.
Allah SWT memberikan gambaran dari masyarakat madani dengan firman-Nya dalam Q.S. Saba’ ayat 15: Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): “Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan yang Maha Pengampun”.

Masyarakat madani adalah sebuah masyarakat demokratis dimana para anggotanya menyadari akan hak-hak dan kewajibannya dalam menyuarakan pendapat dan mewujudkan kepentingan-kepentingannya; dimana pemerintahannya memberikan peluang yang seluas-luasnya bagi kreatifitas warga negara untuk mewujudkan program-program pembangunan di wilayahnya.

Ciri-ciri masyarakat madani:

1.      Terdapat tempat bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas publiknya secara bebas tetapi tetap bertanggung jawab.

2.   Demokratisasi. Demokratisasi ditegakkan oleh lima pilar, yaitu LSM, pers yang bebas, supremasi hukum, perguruan tinggi, dan partai politik.

 3 . Toleransi, yaitu menerima pandangan-pandangan yang berbeda dari dirinya dalam segi apapun.

4.  Pluralisme, yaitu sikap menerima dengan tulus kondisi masyarakat yang majemuk, seperti yang tertuang dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

5.     Keadilan sosial, yaitu setiap warga negara mendapatkan hak dan kewajiban yang seimbang di dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

6.     Partisipasi sosial, yaitu setiap warga negara berhak dan berkewajiban untuk ikut serta di dalam berpolitik dengan rasa tanggung jawab secara bersih tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.

7.  Supremasi hukum harus selalu ditegakkan. Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama dimata hukum.

Ketujuh pilar-pilar tersebut merupakan bagian dari nilai-nilai luhur Pancasila dan butir-butir UUD 1945. Namun pada kenyataannya ketujuh pilar tersebut belum terlaksana sepenuhnya. Ciri-ciri masyarakat madani sudah ada di Indonesia, tetapi perlu usaha dan kerja keras dari berbagai elemen masyarakat, agar masyarakat madani terwujud seutuhnya di Indonesia. Dari berbagai penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan islami memiliki hubungan positif serta mampu untuk mewujudkan masyarakat madani yang seutuhnya. Pemilu 2014 ini, hendaknya menjadi momentum seluruh masyarakat Indonesia untuk memilih pemimpin yang mempunyai sifat yang seharusnya dimiliki oleh seorang pemimpin. Kepemimpinan islami perlu ditegakkan agar bangsa Indonesia menjadi negara yang sukses dan maju serta bebas dari kasus-kasus korupsi.

 

DAFTAR PUSTAKA:

http://fosmaiweb.fisip-untirta.ac.id/?p=223

http://rumahradhen.wordpress.com/materi-kuliahku/semester-i/islam/masyarakat-madani/

http://www.invonesia.com/ciri-ciri-masyarakat-madani-indonesia.html

http://www.hukumonline.com/berita/baca/hol257/masyarakat-madani

http://menaraislam.com/content/view/34/40/

banner lomba blog dakwah februari 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s